Perusahaan Tambang di Sulawesi dengan Sistem Good Mining Practice


Ketersediaan sumber daya alam (SDA) berupa nikel di Indonesia memang cukup melimpah, berdasarkan data dari Badan Geologi Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), pada tahun 2020 Indonesia memiliki sumber daya bijih nikel sebesar 11.88 miliar ton dan sumber daya logam nikel sebanyak 174 juta.


Perusahaan Tambang di Sulawesi

Banyaknya sumber daya nikel tersebut menjadikan Indonesia termasuk dalam negara penghasil nikel terbesar di dunia, bersama dengan Amerika Serikat, Filipina, Australia Barat, dan Kaledonia Baru. Di Indonesia sendiri, ada beberapa daerah yang memang menjadi sumber penghasil nikel.


Baca Juga : 5 Daerah Tambang Nikel Di Sulawesi


Salah satunya adalah di Sulawesi yang menjadi daerah penghasil nikel terbesar di Indonesia, bahkan sebanyak 90% cadangan nikel yang ada di Indonesia tersebar di wilayah Sulawesi dan juga Maluku, meliputi Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara.


Berikut ini beberapa daerah di Indonesia yang berperan besar dalam menyumbangkan cadangan nikel karena menjadi sumber penghasil nikel yang cukup banyak, diantaranya adalah,


Morowali, Sulawesi Tengah

Daerah penghasil nikel yang cukup besar di Sulawesi berada di Provinsi Sulawesi Tengah, yakni di Kabupaten Morowali, tambang nikel yang ada di daerah ini pun tersebar di beberapa wilayah, diantaranya adalah Bahadopi, Bungku Pesisir, Bungku Timur, dan Petasia Timur.


Kolaka, Sulawesi Tenggara

Beralih ke Provinsi Sulawesi Tenggara, tepatnya di Kabupaten Kolaka yang luas daratannya sekitar 3283,64 kilometer persegi. Daerah ini juga menghasilkan kandungan nikel yang cukup besar dan tersebar di hampir seluruh kecamatan, diantaranya Kecamatan Baula, Latambaga, Pomalaa, Tanggertada, Wundulako, Wolo, dan Watubangga.


Luwu Timur, Sulawesi Selatan

Daerah lainnya di Sulawesi yang juga menjadi sumber penghasil nikel yang tidak kalah besar berada di Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan, lebih tepatnya di Desa Magani, Kecamatan Nuha.


Halmahera Timur, Maluku Utara

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, bahwa selain di Sulawesi, Maluku Utara juga merupakan sumber penghasil nikel yang tidak kalah besar, penghasil nikel ini lebih tepatnya berada di Kecamatan Maba dan Wasilei, Kabupaten Halmahera Timur. Bahkan tambang nikel di daerah ini bisa dikatakan cukup lengkap, karena selain dilakukan pengambilan bijih benih nikel, dilakukan juga pengolahan nikel sehingga menjadi logam yang bisa dimanfaatkan dalam segala bidang.


Di Sulawesi sendiri, pertambangan nikel sudah mulai beroperasi sejak tahun 1941, setelah sebelumnya pada tahun 1901, ditemukan sumber nikel oleh ahli mineral Belanda di pegunungan Verbeek, Sulawesi, daerah tersebut merupakan pertambangan nikel pertama yang ada di Indonesia. Hingga saat ini ada beberapa perusahaan besar yang mengelola tambang nikel di Sulawesi.


Sejak tahun 2014, Indonesia membuat suatu aturan untuk menghentikan ekspor nikel ke luar negeri, dan mulai mengembangkan industri smelter lokal. Hal ini menjadi awal dimulainya banyak perusahaan kecil yang bergabung ke bisnis pertambangan.


Salah satu perusahaan tambang nikel atau indonesia nickel mining lokal yang juga mengelola pertambangan nikel di Sulawesi adalah PT Citra Lampia Mandiri, perusahaan ini berfokus untuk mengelola nikel di wilayah Luwu Timur, Sulawesi Selatan.


Dengan menerapkan Good Mining Practice secara menyeluruh, yaitu sistem kaidah penambangan yang sesuai dengan aturan, menggunakan teknologi yang efektif dan efisien, serta melakukan pemulihan dari semua aktivitas pertambangan sehingga kelestarian lingkungan tetap terjaga.


Baca Juga : 4 Manfaat Nikel, Sumber Daya Alam yang Banyak Diaplikasikan Kehidupan Sehari-Hari


Perusahaan tambang di Sulawesi yang berdiri sejak 2007 ini, melakukan eksplorasi untuk mengumpulkan data dan juga potensi sumber daya mineral, melakukan pengujian membuat rencana aktivitas pertambangan, melakukan pemantauan dan pengendalian aktivitas tambang, serta memastikan wilayah yang digunakan untuk aktivitas tambang dapat dipulihkan kembali menjadi lingkungan yang lestari.



111 tampilan0 komentar